Developer Game yang Mengalami Kebangkrutan

"<yoastmark

Developer Game yang Mengalami Kebangkrutan – Menciptakan game yang seru hingga bisa disukai banyak orang tentunya akan mendatangkan penghasilan bagi developer game itu sendiri. Sayangnya, dari sekian banyak game yang diciptakan ternyata ada saja game yang tidak berhasil dengan berbagai alasan, hingga akhirnya bisa menyeret developernya sendiri mengalami kebangkrutan. Selain kondisi pasar yang kurang menguntungkan, bisa juga disebabkan karena kebijakan perusahaan induknya yang memutuskan untuk menutup cabang perusahaannya.

Lantas, developer game mana sajakah yang akhirnya gulung tikar, simak, yuk!

RedOctane

Pada era PS2 banyak game yang terkenal dan salah satunya adalah game Guitar Hero. Game yang kala itu sangat sukses, menarik minat publisher Call of Duty, Activision. Yang pada akhirnya pada Mei 2006 mengakuisisi RedOctane secara penuh.

RedOctane sendiri pernah berjaya dan mendapat penghasilan hingga satu miliar US Dollar dan sayangnya pada 2009 Activision malah membuat kesalahan fatal dengan merilis banyak game Guitar Hero serupa yang malah menyebabkan Kebangkrutan, hingga akhirnya pada 11 Februari 2010 RedOctane resmi ditutup.

READ  Game Pertarungan Offline Menarik Sekaligus Gratis Dimainkan

Clover Studio

Developer game bangkrut berikutnya adalah Clover Studio yang awalnya mendapatkan banyak respon positif atas game Okami besutannya. Meski begitu game tersebut ternyata tidak bisa terjual dengan cukup baik bahkan berada jauh di bawah ekspektasi awal.

Tidak mau mengambil risiko, akhirnya perusahaan induknya yaitu Capcom  memutuskan untuk menutup Clover Studio pada tahun 2007. Kebetulan juga di tahun tersebut beberapa orang telah meninggalkan Clover Studio.

Bizarre Creations

Game James Bond 007: Blood Stone, Blur, Geometry Wars, The Club, Treasure Planet, dan Boom Boom Rocket merupakan besutan developer game Bizarre Creation yang sempat berjaya karena banyak gamenya yang dirilis ke berbagai platform seperti Xbox 360, PlayStation 3, PC Microsoft Windows, hingga platform mobile.

READ  Build Item Luo Yi Paling Sakit, Jamin Lawan Bakal Kabur

Sama seperti RedOctane, Bizarre Creations pun diakuisisi oleh Activision di tahun 2007. Namun penjualan game yang anjlok dan tidak ada inovasi terbaru, akhirnya di bulan Februari 2011, developer game yang bermarkas di Liverpool, Inggris tersebut pun ditutup.

Core Design

Developer game bangkrut lainnya adalah Core Design yang merupakan otak di balik game Tomb Raider pertama untuk PlayStation. Di tahun 90-an perusahaan ini bahkan dianggap sebagai salah satu developer game terbaik.

Tidak seperti Tomb Raider, game berikut seperti Dreamcast dan Game Boy Advance, mendapat tanggapan yang tidak baik. Keadaan tersebut diperparah dengan adanya konflik internal yang membuat kondisi Core Design semakin terpuruk dan mengalami kesulitan.

Kesalahan sendiri dimulai saat mereka ingin meraih kesuksesan baru dengan membuat dua tim. Di mana tim pertama akan fokus pada game-game besar sementara tim kedua akan membuat game-game yang tidak terkenal, namun sayang rencana tersebut ternyata tidak sesuai dengan perkiraan mereka.

READ  Game Membuat Kue Bolu Enak Dengan Rasa Manis Yang Khas

Blitz Games Studios

Developer game Blitz Games Studios yang berdiri pada tahun 1990 dan bermarkas di Leamington Spa, Inggris ini juga salah satu developer yang mengalami kebangkrutan. Padahal perusahaan tersebut sempat  menciptakan banyak game keren dan populer, seperti Spongebob Squarepants, Chicken Run, Action Man series, Epic Mickey 2: The Power of Two, Yoostar 2, Biggest Loser, Pac-Man, dan masih banyak lagi.

Karena masalah finansial dan meningkatnya pembiayaan untuk proyek-proyek terbaru. Blitz Games Studios dinyatakan bangkrut pada September 2013. Padahal developer game yang satu ini juga pernah mendapatkan penghargaan yang cukup bergengsi.

Itu dia lima developer game bangkrut yang disebabkan oleh berbagai macam alasan. Meski diketahui sempat meraih sukses, sayangnya mereka tidak bisa bertahan, hingga akhirnya harus mundur dari industri game tersebut.

 

 

 

 

About the Author: Admin

You might like